Langsung ke konten utama

Contoh Puisi Esai


Ini ada contoh puisi esai bikinan sendiri, tadinya mau diikutin lomba, tapi malah lupa ngiriminnya. jadi daripada mubazir ya sudah saya post aja :)
di baca yaaaa

Seorang Rani
#
Seorang istri
Menjerit menciptakan kegundahan sang suami
Berteriak dalam sebuah perjuangan
Menjambak rambut ibunya
Meremas jari-jari suaminya
Hanya untuk bayi kecil dalam perutnya
Yang sebelumnya selalu dielusnya
Memastikan ia baik-baik saja
Yang sudah lama dinantikan kehadirannya
Yang sudah disiapkan sambutan  untuknya
Baju mungil yang dibeli ayah dan ibunya
Jauh sebelum ia lahir ke dunia
Tempat tidur empuk
Agar ia yang dinantikan tidur pulas tanpa kesakitan
Yang akan segera menjadi kebanggaan
Ayah serta ibunya.
#
Tepat pukul 23:00 WIB
Rani terlahir di dunia
Begitulah nama yang telah disiapkan
Untuk sesosok bayi kecil
Yang sudah kurang lebih 300 hari dalam kandungan
Perut sang ibu.
Kini rani mulai menangis
Menjawab semua gelisah seorang ibu
Yang ketakutan tak bisa melahirkan Rani, bayi kecilnya
Sang ibu, tergeletak tak bertenaga
Ia tak percaya
Ia kuasa
Melahirkan anak manusia
Seorang bayi cantik yang telah hidup dalam rahimnya
#
Suatu malam tangis Rani memecah malam
Ibunya terbangun menghampiri Rani
Di tanyanya:
“kenapa nak kau menangis?”
“apakah kau lapar anakku?”
Rani tak menjawab
Rani terus saja menangis
Ibu Rani mulai khawatir
Ia sedikit berlari untuk membuat makanan
Rani mulai berhenti menangis
Dan kemudian terlelap di pangkuan ibunya
#
Rani beranjak remaja
Kini Rani menginjak 16 tahun
Setelah setahun sebelumnya
Ibunya meninggal karena mengidap penyakit
Rani ingat dengan jelas
Saat ibunya kesakitan
Tidak bisa menghadiri pesta perpisahan sekolahnya
Tidak bisa melihat Rani yang kini mulai beranjak remaja
Tidak bisa mendengarkan cerita ketika:
Hari pertama Rani bersekolah di SMA
Rani memenangkan lomba puisi di SMAnya
Rani merasa malu karena terpeleset di kelas
Rani dihukum menyanyi potong bebek karena lupa mengerjakan PR
Juga ketika Rani Jatuh Cinta
#
Rani mengingat perbincangannya dengan papanya
Papa :
“Dengarlah Rani!
Walau mamamu tak ada bersamamu kini
Janganlah kau merasa jauh dengannya
Hidupkan ia dalam hatimu
Seperti ia memberi kehidupan untukmu dalam rahimnya
Janganlah kau melupakannya
Sertakan ia dalam setiap doamu
Seperti ia selalu menyebutmu dalam doa-doanya
Janganlah kau membencinya
Renungkanlah dirimu yang tumbuh sempurna
Karena ibumu tak sedetikpun membiarkanmu
Ketika kau menangis yang tak dimengerti olehnya
Ia menawarkan segalanya untukmu
“kau lapar?”
“kamu haus, sayang?”
“kamu mau mainan?”
“sini ibu gendong!”
Ingatlah itu Rani !”
Rani:
“Tapi mama pernah memarahiku,
Papa ingat kan ketika aku tidak mau mandi?
Mama menyeretku hingga kamar mandi
Tak peduli aku menangis.
Aku berfikir kala itu mama kejam, pa”
Papa:
“Rani,apa kau melupakan ketika mamamu menyuruhmu mandi sebelumnya
Apa yang diucapkan mamamu?”
Rani:
“mama bilang ‘Rani sayang, ayo cepat mandi! Nanti biar wangi .”
Papa:
“nah itu kamu ingat, mamamu juga tidak hanya sekali kan mengingatkanmu.
Rani, mama bukan kejam nak
Dia hanya kehabisan cara membujukmu agar mau mandi
Dia kehabisan cara agar kamu mau menjadi seseorang yang disebutnya ketika membujukmu mandi
Agar Rani wangi, cantik, sehat.
Tapi Rani malah menolaknya
Mamamu sedih Rani,
Terpaksa mamamu menyeretmu untuk mandi
Karena mamamu takut kamu dijauhi temanmu karena kamu bau
Setelah kamu mandi pun mamamu meriasmu dengan sangat cantik, bukan?
Itu membuktikan ia sebenarnya tidak kejam
Dia ingin memberikan yang terbaik untuk Rani.
Coba bayangkan
Jika kala itu mamamu tidak menyeretmu mandi
Mungkin sampai saat ini kamu malas mandi
Dan tidak akan secantik sekarang. Iya kan?
Rani hanya tersenyum mengingatnya
Rani berbaring
Iya menutupi tubuhnya dengan selimut
Seraya berkata lirih
“selamat malam, ma”



Komentar

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Contoh Cerpen

ini cerpen kaya sendiri lhooo.. monggo bisa dibaca dan minta kritiknya ;)
Pelangi antara Langit Indonesia-Turkey Dunia maya. Kata orang memang inilah dunia yang setengah nyata. Dan disini aku mulai mengenalmu. Lelaki eropa di sebuah Negara yang amat cantik bernama Turkey. Perkenalan yang singkat ternyata membawa sebuah kesan. Aku mulai mengenalmu lebih jauh. Mahasiswa muslim berusia 21 tahun di sebuah universitas ternama di Eskisehir. Setiap harinya pengetahuanku tentang Turkey bertambah. Diceritakannya tempat-tempat wisata yang terkenal, makanan-makanan khasnya, serta sedikit-sedikit aku mulai belajar bahasa yang ia gunakan untuk mengobrol dengan teman-temannya.  Aku mulai memberi perhatian padanya. Bukan tanpa alasan, itupun karena ia memberi perhatian khusus juga terhadapku. Aku selalu tahu bagaimana kabarnya kala itu. Hingga ramadhanpun tiba, bulan suci nan indah serta berkesan untukku. Aku mulai memahami perbedaan waktu selama empat jam memberi warna yang menarik bagi ramadhan kali …

Anggap Saja Pertemuan Denganmu Hanya Kilasan Angin

Hidup ini memang ajaib. Bukan tidak percaya takdir, tapi takdir yang tak mudah dipercaya. Bicara tentang takdir, bicara tentang segala peristiwa kehidupan. Tentang pencapaian, kegagalan, kematian, pertemuan, juga perpisahan.
Ketika kala itu kau bertemu seseorang dan dia menjadi kekasihmu, lalu beberapa tahun kemudian dia sudah tidak menjadi kekasihmu, berbaik sangkalah. Bukannya kau tengah dipermainkan takdir, melainkan takdir tengah menujukkan keajaibannya pada hidupmu. Bagaimana bisa “Dulu kau segalanya, tapi kini apa artinya?”. Peristiwa hidup tidak sama seperti angin yang memberikan sejuk ketika datangnya saja lalu pergi begitu saja beriringan dengan kepergiannya. Gajah mati meninggalkan gadingnya, harimau mati meninggalkan belangnya, setidaknya manusia mati meninggalkan namanya. Nama bukan sesuatu yang sama seperti angin. Nama akan mempunyai banyak arti berbeda disetiap orang. Ambillah sebanyak-sebanyaknya ilmu dariyang ditunjukkan takdir. Dalam hidupmu, sesuatu yang berakhi…